Tuesday , November 21 2017
Beranda / Edukasi / Raz Collection Museum & Gallery Hadiri Pertemuan Nasional Museum 2017 di Yogyakarta
shafiyyatul.com

Raz Collection Museum & Gallery Hadiri Pertemuan Nasional Museum 2017 di Yogyakarta

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Asosiasi Museum Indonesia (AMI) kembali menggelar Pertemuan Nasional Museum (PNM) 2017. Acara dibuka pada Selasa, (16/5) malam, di Hotel The Sahid Rich, Yogyakarta. Raz Collection Museum & Gallery turut menghadiri acara ini dengan mengirim perwakilan Wakil Ketua Harian YPSA M. Zulfadhli A. Raz, S.Kom., M.M. dan Kepala Bagian Pendidikan & IT YPSA Bagoes Maulana, M.Kom.

Kondisi permuseuman di Indonesia yang telah berkembang pesat menjadi dasar terselenggaranya acara ini. Hingga 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat, Indonesia memiliki 435 museum yang dikelola baik oleh pemerintah, maupun swasta. Menurut Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Harry Widianto, dari jumlah tersebut, museum memiliki potensi yang besar sebagai sumber belajar bagi masyarakat.

“Hal ini sejalan dengan tugas museum yang tertuang di dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 66 tahun 2015 tentang Museum, yaitu sebagai lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat dengan tujuan pendidikan, pengkajian, dan kesenangan,” paparnya.

Museum di Indonesia, lanjutnya, juga harus berkembang dan lebih berkualitas, agar dapat melayani masyarakat dengan baik, serta dapat menjawab tantangan di ranah Internasional untuk maju berlandaskan karakter dan jati diri yang kuat. “Tantangan dan peluang inilah yang akan didiskusikan selama berlangsungnya Pertemuan Nasional Museum se-Indonesia,” katanya.

Museum-museum di Indonesia dimiliki oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, perorangan, dan masyarakat hukum adat dengan kondisi yang beragam. Untuk itu, Pemerintah berupaya meningkatkan citra museum di Indonesia. Salah satu aspek yang perlu ditingkatkan adalah peran museum dalam menyediakan pendidikan dan kesenangan, hal ini sesuai dengan tugas museum sesuai PP Museum. Museum merupakan mitra sekolah sebagai pendidikan formal dalam memberikan pendidikan dan pengajaran bagi masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat dapat belajar dan mendapatkan pendidikan informal melalui museum.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah memberikan apresiasinya. “Kami dari DPR RI, ingin menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pemelihara, pengurus, pengelola, penggiat dan komunitas museum yang ada di seluruh Indonesia. Museum harus mengambil alih dalam kehidupan manusia, salah satunya adalah sebagai sumber informasi dan sumber pembelajaran. Bahkan tidak hanya itu saja, museum harus menjadi destinasi bagi wisatawan lokal maupun asing,” katanya.

Pertemuan Nasional Museum (PNM) merupakan pertemuan insan permuseuman yang dihadiri oleh kepala dinas, kepala museum, pengelola museum, akademisi, komunitas, dan pemerhati museum dengan jumlah kurang lebih 400 orang dari seluruh Indonesia. Pada tahun 2017, kegiatan ini mengambil tema “Museum Sebagai Sumber Belajar dan Pendidikan Karakter Bangsa” dan terselenggara selama tiga hari, yakni pada tanggal 16-19 Mei 2017.

Rangkaian kegiatan PNM terdiri dari paparan, diskusi, dan kunjungan ke beberapa museum di Yogyakarta. Paparan dan diskusi bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada pemerintah, pemerintah daerah, kepala museum, pemerhati museum, serta komunitas museum untuk bertukar informasi demi memajukan museum di Indonesia. Di dalam diskusi juga diupayakan adanya pengembangan isu-isu strategis di bidang permuseuman untuk meningkatkan peran museum sebagai sumber belajar.

Untuk memberikan wawasan dan informasi kepada para peserta, maka akan disampaikan keynote speech oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Selain itu, akan hadir pula beberapa narasumber, antara lain Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (Sri Sultan Hamengkubuwono X), Direktur Jenderal Kebudayaan, Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga, dan Seto Mulyadi sebagai pakar pendidikan.

Tak sampai di situ, untuk menyemarakkan acara, ada pula kegiatan pendukungan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DI Yogyakarta dan museum-museum. Kegiatan tersebut antara lain pameran kebudayaan, museum goes to campus, museum goes to school, workshop di beberapa sekolah, dan kuliah umum di beberapa perguruan tinggi. Penyelenggaraan kegiatan pendukung ini bertujuan agar masyarakat juga dapat terlibat dalam kegiatan museum.

Pembukaan PNM 2017 ditandai dengan pemukulan kenong sebanyak lima kali oleh Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah, didampingi Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Harry Widianto, Ketua Asosiasi Museum Indonesia Putu Supadma Rudana, dan Ketua Badan Musyawarah Musea Yogyakarta Suratman. Pemungkulan kenong sebanyak lima kali tersebut dinyatakan Ferdiansyah sesuai dengan jumlah dasar negara Indonesia, Pancasila.

Dengan diadakannya PNM 2017 ini, tentunya akan semakin mengokohkan eksistensi Raz Collection Museum & Gallery sebagai museum yang sejak awal pendiriannya memang didedikasikan untuk dunia pendidikan.

Baca Juga

shafiyyatul.com

Ustadz Abdul Somad Dijamu Makan Siang Di YPSA

Pembina Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah Buya H. Sofyan Raz beserta keluarga menerima kedatangan Ustadz Abdul …