Tuesday , November 21 2017
Beranda / Featured / Wasekjen MUI Pusat Tekankan Pentingnya Menjaga Persatuan dan Kesatuan
shafiyyatul.com
Wasekjen MUI Pusat KH. Tengku Zulkarnain Saat Memberikan Taushiyah Di Pengajian Akbar YPSA(07/10/17).

Wasekjen MUI Pusat Tekankan Pentingnya Menjaga Persatuan dan Kesatuan

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Pusat K.H. Tengku Zulkarnain memberikan tausiah di hadapan seluruh jama’ah Pengajian Akbar YPSA di Masjid Shafiyyatul Amaliyyah, Sabtu (7/10/17).

“Jaga persatuan dan kesatuan, jangan sesama kita bertikai. Baik buruknya Indonesia ini adalah tanah air kita, tidak boleh sejengkalpun dapat diambil bangsa lain,” tegas Ustadz.

“Kemarin TNI baru saja merayakan hari jadinya yang ke 72, mari kita doakan agar TNI semakin jaya dan tetap istiqomah membela tanah air dan keutuhan bangsa ini. Umat Islam siap bersama TNI menjaga NKRI.” tegas Ustadz Tengku.

Azhar Fauzi, M.Pd.I., selaku ketua panitia pengajian akbar mengatakan, “Pengajian akbar kali ini bertemakan ‘Sejarah dan Perkembangan Islam dari Masa ke Masa’, juga pengajian ini akan terus dilaksanakan setiap bulan dan bulan depan akan mendatangkan Romo Raden Muhammad Syafi’i”.

“Bapak dan Ibu yang tidak sempat hadir, Pengajian Akbar YPSA dapat disaksikan secara langsung (LIVE STREAMING) melalui saluran Youtube di gadget,” tambah Fauzi.

Ustadz yang pernah tinggal di Arab, berdakwah di India, dan Bangladesh ini mengatakan bahwa Pancasila dan NKRI sudah final dan harga mati. Pancasila dan NKRI tidak lepas dari jasa para ulama-ulama terdahulu. Mereka punya andil besar dalam berdirinya dan utuhnya bangsa ini. Tegas ustadz.

KH Tengku mengingatkan bahwa jubah atau gamis yang selama ini dipakai Ulama adalah bukan ke arab-araban. Jubah atau gamis ini adalah pakaian Nasional.

“Ini bukan ke arab-araban, ini nasional” tegas KH Tengku Zulkarnain.

Selain itu KH Tengku juga memberikan bukti bahwa jubah atau gamis bukan ke arab-araban dengan menyebutkan satu persatu pahlawan-pahlawan Nasional yang ternyata menggunakan jubah atau gamis.

“Buktinya kita lihat fotonya, Pangeran Diponegoro seperti ini, pahlawan nasional, bukan pahlawan arab. Begitu juga pakaian Tuanku Imam Bonjol, pakaian KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan. Dan mereka semua adalah pahlawan nasional ” kata Tengku.

Undangan yang hadir mewakili Kapoldasu, Kepala Sub-Direktorat (Kasubdit) Pembinaan, Penertiban dan Penyuluhan (Bintibluh) Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Sumut AKBP Hartini mengatakan bahwa kegiatan ini sangat positif dilaksanakan.

“Kepolisian menyambut baik kegiatan pengajian akbar YPSA ini, karena kegiatan ini sangat bemanfaat untuk kemaslahatan umat. Kita siap terus menjalin kerjasama dalam kegiatan keagamaan untuk kebaikan kita semua.” ujarnya.

Tampak hadir dalam pengajian tersebut Pembina YPSA Drs. H. Sofyan Raz, Ak.M.M, Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawaty, Sekretaris Umum YPSA Hj. Rizki Fadilah Raz, M.Psi.Psikolog., mewakili Danlanud, mewakili Pangdam, mewakili Kapolda, masyarakat umum, siswa,  SDM, dan orangtua siswa YPSA.

Baca Juga

shafiyyatul.com

Ustadz Abdul Somad Dijamu Makan Siang Di YPSA

Pembina Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah Buya H. Sofyan Raz beserta keluarga menerima kedatangan Ustadz Abdul …