Tuesday , November 21 2017
Beranda / Featured / Ingin Pintar dan Kreatif, Berlatihlah Seni Mencatat Ala Mind Mapping
shafiyyatul.com

Ingin Pintar dan Kreatif, Berlatihlah Seni Mencatat Ala Mind Mapping

Bosan  membuat  catatan dengan cara yang biasa? Mind mapping merupakan inovasi baru yang pertama kali dikembangkan oleh Tony Buzan, seorang psikolog dari Inggris. Metode mind mapping adalah metode baru untuk mencatat yang kerjanya disesuaikan dengan bekerjanya kedua belah otak  yaitu otak kiri dan otak kanan. Metode ini mengajarkan untuk mencatat tidak hanya menggunakan gambar atau warna. Buzan mengemukakan “your brain is like a sleeping giant”. Hal itu disebabkan 99% kehebatan otak manusia belum dimanfaatkan secara optimal.

Mind mapping merupakan cara mencatat yang kreatif, efektif dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran. Mind mapping juga merupakan peta rute yang memudahkan ingatan dan memungkinkan untuk menyusun fakta dan pikiran, dengan demikian cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Ini berarti mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat tradisional. Selain itu mind mapping adalah sistem penyimpanan, penarikan data dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa dalam otak manusia yang menakjubkan. Mind mapping memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi, baik secara tertulis maupun secara verbal. Adanya kombinasi warna, simbol, bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima.

Mind mapping yang dibuat oleh siswa dapat bervariasi pada setiap materi. Hal ini disebabkan karena berbedanya emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiap saat. Suasana menyenangkan yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas pada saat proses belajar akan memengaruhi penciptaan peta pikiran. Dengan demikian, guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam proses pembuatan mind mapping. Proses belajar yang dialami seseorang sangat bergantung kepada  lingkungan tempat belajar. Jika lingkungan belajar dapat memberikan sugesti positif, maka akan baik dampaknya bagi proses dan hasil belajar, sebaliknya jika lingkungan tersebut memberikan sugesti negatif maka akan buruk dampaknya bagi proses dan hasil belajar.

Buzan (2008:15) mengatakan bahwa, ada tujuh langkah dalam membuat mind mapping (peta pikiran), yaitu sebagai berikut:

1) Mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang panjang sisinya diletakkan mendatar, karena mulai dari tengah memberi kebebasan kepada otak untuk menyebar ke segala arah dan untuk mengungkapkan dirinya dengan lebih bebas dan alami.

2) Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral, karena sebuah gambar bermakna seribu kata dan membantu untuk menggunakan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan lebih menarik, membuat tetap terfokus, membantu  berkonsentrasi, dan mengaktifkan otak.

3) Gunakan warna karena bagi otak warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat mind mapping lebih hidup, dan menyenangkan.

4) Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke cabang tingkat satu dan dua, dan seterusnya. Hal ini dilakukan karena otak bekerja menurut asosiasi. Otak senang mengaitkan dua, tiga, atau empat hal sekaligus. Bila kita menghubungkan cabang-cabang, kita akan lebih mudah mengerti dan mengingat.

5) Buatlah garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus. Garis lurus akan membosankan otak. Cabang-cabang yang melengkung dan organis, seperti cabang-cabang pohon, jauh lebih menarik bagi mata.

6) Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis, karena kata kunci tunggal memberikan lebih banyak daya dan fleksibilitas kepada mind mapping.

7) Gunakan gambar untuk setiap cabangnya, karena seperti halnya gambar sentral akan memberikan makna seribu kata.

Siswa SMA Plus Shafiyyyatul Amaliyyah telah menerapkan seni mencatat ala mind mapping dalam pembelajaran, seperti mata pelajaran biologi, fisika, kimia, bahasa Indonesia dan lainnya. Siswa merasa senang dengan menyalurkan kreativitas yang dimilikinya, siswa dapat berkreasi untuk menciptakan sesuatu yang baru. Semoga artikel ini menjadi inspirasi untuk para guru untuk mengembangkan seni mencatat para siswa-siswinya. Mind mapping seni mencatat untuk Golden Generation. Disciplined, Religious, and Smart.

Sumber : Buzan, Tony. 2008. Buku Pintar Mind Map. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

 

Baca Juga

shafiyyatul.com

Ustadz Abdul Somad Dijamu Makan Siang Di YPSA

Pembina Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah Buya H. Sofyan Raz beserta keluarga menerima kedatangan Ustadz Abdul …