Saturday , December 16 2017
Beranda / Featured / Generasi Milenial Membawa Perubahan atau Sebaliknya?
shafiyyatul.com

Generasi Milenial Membawa Perubahan atau Sebaliknya?

Saat ini, kemajuan teknologi sangat mempengaruhi pola kehidupan manusia. Teknologi kini menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi. Dengan adanya perkembangan teknologi, masyarakat dapat  memperoleh berbagai informasi secara cepat, baik dari dalam negeri maupun informasi dari luar negeri. Selain itu, tekologi sebenarnya juga memiliki dampak negatif bagi si pengguna. Tanpa kita sadari, secara tidak langsung teknologi dapat mempengaruhi prilaku seseorang, tindakan, pergaulan, bahkan mengubah pola hidup.

Masyarakat yang lahir di zaman teknologi yang semakin canggih dapat dikatakan generasi milenial. Generasi milenial ditandai dengan kemampuannya memanfaatkan teknologi. Generasi milenial disebut Generasi Y, merupakan kelompok manusia yang lahir di atas tahun 1980-an hingga 2000-an. Mereka disebut milenial karena satu-satunya generasi yang pernah melewati milenium kedua sejak teori generasi ini diembuskan pertama kali oleh Karl Mannheim pada 1923.

Generasi ini memiliki tingkat kepedulian sosial  yang sangat rendah, mereka hanya peduli dengan pola hidup yang bebas tanpa batas. Ada beberapa prilaku yang dapat dilihat dari generasi milenial yaitu: 1. Generasi ini selalu terhubung dengan medsos, 2. Generasi ini lebih mudah menerima perubahan, kalau tidak ada perubahan maka akan mengakibatkan timbulnya rasa bosan, 3. Tidak adanya rasa persaingan antar individu, karena mereka lebih suka hidup berkolabrasi, 4. Tidak bisa jauh dari gadget, yang mengakibatkan kurangnya kepedulian sosial

Andaikan saja mereka menyadari, dengan kemampuan yang mereka miliki dapat membawa perubahan yang sangat baik terhadap kemajuan negara, karena mereka sangat menguasai teknologi. Mudah menerima perubahan, sehingga mampu menciptakan sesuatu yang baru. Lebih suka hidup berkolaborasi, sehingga mampu menciptakan gaya bekerja secara teamwork.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar dapat menjadi generasi milenial yang bermanfaat bagi diri sendiri ataupun bagi orang lain :

  1. Terbuka dan peka terhadap segala masalah yang ada di dekat kita, atau pun masalah-masalah yang ada di medsos, jangan menelan mentah-mentah informasi tersebut, berpikilah secara kritis. Jangan mudah dipropaganda orang lain. Pikirkan apa yang seharusnya dapat dilakukan.
  2. Menggunakan media sosial secara bijak, jadikanlah medsos hanya menjadi sarana mencari informasi yang dibutuhkan.
  3. Menumbuhkan ide-ide baru dan mengembangkan kreativitas yang dapat bermanfaat bagi diri sendiri ataupun orang lain
  4. Membuat jadwal-jadwal kegiatan yang rutin dilaksanakan.
  5. Membiasakan menjadi generasi yang religius dan generasi yang qur’ani, setiap ada waktu luang, mulailah untuk membiasakan membaca Alqur’an walaupun hanya satu ayat.

    . . بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

  1. Mulailah membentuk organisasi remaja mesjid, untuk memakmurkan mesjid. Pada saat ini, orang yang sholat di mesjid sudah sedikit.

     Allah Ta’ala berfirman:

{مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَنْ يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ أُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ. إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ}

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk (dari Allah Ta’ala)” (QS At-Taubah: 18).

  1. Jadilah Pemuda Ashabul Kahfi, (Al-Kahfi : 13-15)

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى () وَرَبَطْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ لَنْ نَدْعُوَ مِنْ دُونِهِ إِلَهًا لَقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا () هَؤُلاءِ قَوْمُنَا اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً لَوْلا يَأْتُونَ عَلَيْهِمْ بِسُلْطَانٍ بَيِّنٍ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا

Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk(). Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, “Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”(). Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka)? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?

Oleh Eliya F.N

Referensi:

https://hasanuddinali.com/2015/02/07/generasi-millennial-indonesia-tantangan-dan-peluang-pemuda-indonesia

Pemikiran berdasarkan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga

shafiyyatul.com

YPSA Sambut Milad ke-20 Dengan Berbagai Kegiatan

Jelang Milad ke-20 Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA), berbagai kegiatan akan dilaksanakan sampai pada tanggal …